Sabtu, 01 Juli 2017

Puisi

Gemuruh senja

Pasir basah sekuyup tapak menginjak
antara kaki ku dan sela jemari mu
Gemuruh di atas kepala mengundang mendung
Senja melamun jauh memandang kita dari ufuk sana
Tapian pantai berderu di golong ombak menggulung
Langit kelam mendorong mentari jatuh terlena



Panjang pendek

Di balik laku - apatis
Bukan laris - manis
Tapi gelagat - pikat
Serupa sikap - sekap
Menjadi rupa - warna
Watak manusia - ?


Bubar

Bubar bukan pisah
karana sekarang bulan puasa, Jalan jalan magrib berdua itu menyenangkan jika bersamamu.
Aku hanya melihat jalanan, pohon-pohon, langit-awan dan kamu.
Aku hanya merasakan angin yang memelukmu di belakangku seperti rasa yang kamu dorong ke depan, hingga merobek punggung sampai ke dadaku, jantungku.
Aku hanya melihat kilau cahaya dari kendaraan dalam lampu lampu jalan, juga cahaya wajahmu ku lihat dari pantul kaca spion keretaku.
Maka langit yang menguning kemerahan itu menjadi riuh dan kita menikmatinya.
Di sepanjang jalan



Sabtu, 03 Juni 2017

SATU MAWAR


1 dalam 1000
ada kisah roman seperti bocah
Tidak lagi ku kenal mawar
sebagaimana mawar
tanpa duri melukai

Pujangga bermimpi Kuncup mawar datang
membawa tabir serupa pagi, mekar

Menghalau lamun tak kunjung tidur
Hingga khayal sertamerta mengerayangi pikir
Tanpa rayu, tanpa sendu lelaki yang Akan mengertak badai

Sebab tak cukup Syair meyakinkan waktu Untuk memikatmu
dari palung membenam rasa
dan sejujur angin membawa sejuk


Padang 24 Mei 2017

Selasa, 02 Mei 2017

SAHABAT SENDIRI

Sahabat
Mungkin gelagap ku kaku kali ini
Sudah lama sapa tidak berucap,kepada kalian
Sekarang aku hadir sendiri
bersama warna yang sudah menghitam
Rasanya waktu mengingatkanku
Acapkali letih Ingin bermain dan bercerita
Tapi entah ke siapa ku merajuk
Setelah terik menjilati tubuh ini
Peluh meraba ingatan
Membawa kembali
Senyum kalian di hatiku
Sahabat

2 Mei 2017

Rabu, 19 April 2017

UNIK

Di Magrib yang riuh
Sorot lampu teater
Menyilau seluruh panggung
Dalam hatiku
Ada pandang bertamu
Bidadari melangkah unik
Hingga ke pelupuk mata
menganga

Sontak
Letih berserak
Tubuh bergerak
Dan semuanya
Indah terasa

Perempuan kukenal
Berkerudung jingga
Merobah pesona
Dari mata,unik malu
Dari senyum,aku rayu

Februari 17



Minggu, 16 April 2017

OH!

Oh, ini jalan penuh cerita
Sekejap sesak dadaku
melihat seorang bapak tua terkencing-kencing di celana di jalanan kota
berjalan sendiri tanpa anak dan sanak saudara
Hoy jalanan
Hoy orang-orang
Lihat, Tangannya renta menadah rupiah
Langkah kakinya tegas bergetar hebat
Dan sebatang kayu di tangan kiri menopang dunianya
Dimana tubuh tua itu akan bertumpu
Wahai pekat aspal
Dimana tubuh tua itu akan bersembunyi
Wahai orang-orang
Dimana mata mata kalian
Merasa jijik menghindari
Sedang dia tersenyum kelu
Oh,betapa sakitnya hati ini
Wahai tubuhku
Wahai ruh yang menjelma diriku
Wahai semua yang hidup
Wahai angin yang bertiup
Dia berjalan di rindang pohon yang sejuk
Menghindari terik yang menggosok kulit
Dia bapak tuaku
Dia tangis di mataku
Dia sakit di siangku
Selain sepi di malamku

April 17

Sabtu, 15 April 2017

PETIR

Di setiap lorong penuh sesak nafas yang bersembunyi,
menekan batin ketika tubuh bercumbu dengan angin,
seperti paru biri ketakutan mendengar petir,
seperti belalak mata kerbau di depan belati kematian.

Di setiap lorong, di sesaki tragedi,
deretan topeng hanya diam di pakuan pintu,
pura tak mendengar kesendirian tangisan hitam di bawahnya,
sekejap cahaya bersuara,
sekejap ketenangan menjadi ketakutan.

Di setiap lorong,
orang orang mendengarkan petir,
petir !!!
petir api menjalar ke ubun ubun,
sebagian orang mati menjelang pagi


2013

Rabu, 06 November 2013

KONEKSI GAGAL (padang city grindcore)

KONEKSI GAGAL terbentuk di KOTA PADANG pada awal tahun 2013, dengan beraliran genre GRINDCORE.
influence, SAKATAT & DISRUPT
GRINDCORE IS PASSION NOT FASHION
https://www.facebook.com/pages/KONEKSI-GAGAL/215375761934565