Di Magrib yang riuh
Sorot lampu teater
Menyilau seluruh panggung
Dalam hatiku
Ada pandang bertamu
Bidadari melangkah unik
Hingga ke pelupuk mata
menganga
Sontak
Letih berserak
Tubuh bergerak
Dan semuanya
Indah terasa
Perempuan kukenal
Berkerudung jingga
Merobah pesona
Dari mata,unik malu
Dari senyum,aku rayu
Februari 17
Rabu, 19 April 2017
Minggu, 16 April 2017
OH!
Oh, ini jalan penuh cerita
Sekejap sesak dadaku
melihat seorang bapak tua terkencing-kencing di celana di jalanan kota
berjalan sendiri tanpa anak dan sanak saudara
Hoy jalanan
Hoy orang-orang
Lihat, Tangannya renta menadah rupiah
Langkah kakinya tegas bergetar hebat
Dan sebatang kayu di tangan kiri menopang dunianya
Dimana tubuh tua itu akan bertumpu
Wahai pekat aspal
Dimana tubuh tua itu akan bersembunyi
Wahai orang-orang
Dimana mata mata kalian
Merasa jijik menghindari
Sedang dia tersenyum kelu
Oh,betapa sakitnya hati ini
Wahai tubuhku
Wahai ruh yang menjelma diriku
Wahai semua yang hidup
Wahai angin yang bertiup
Dia berjalan di rindang pohon yang sejuk
Menghindari terik yang menggosok kulit
Dia bapak tuaku
Dia tangis di mataku
Dia sakit di siangku
Selain sepi di malamku
April 17
Sekejap sesak dadaku
melihat seorang bapak tua terkencing-kencing di celana di jalanan kota
berjalan sendiri tanpa anak dan sanak saudara
Hoy jalanan
Hoy orang-orang
Lihat, Tangannya renta menadah rupiah
Langkah kakinya tegas bergetar hebat
Dan sebatang kayu di tangan kiri menopang dunianya
Dimana tubuh tua itu akan bertumpu
Wahai pekat aspal
Dimana tubuh tua itu akan bersembunyi
Wahai orang-orang
Dimana mata mata kalian
Merasa jijik menghindari
Sedang dia tersenyum kelu
Oh,betapa sakitnya hati ini
Wahai tubuhku
Wahai ruh yang menjelma diriku
Wahai semua yang hidup
Wahai angin yang bertiup
Dia berjalan di rindang pohon yang sejuk
Menghindari terik yang menggosok kulit
Dia bapak tuaku
Dia tangis di mataku
Dia sakit di siangku
Selain sepi di malamku
April 17
Langganan:
Postingan (Atom)