Oh, ini jalan penuh cerita
Sekejap sesak dadaku
melihat seorang bapak tua terkencing-kencing di celana di jalanan kota
berjalan sendiri tanpa anak dan sanak saudara
Hoy jalanan
Hoy orang-orang
Lihat, Tangannya renta menadah rupiah
Langkah kakinya tegas bergetar hebat
Dan sebatang kayu di tangan kiri menopang dunianya
Dimana tubuh tua itu akan bertumpu
Wahai pekat aspal
Dimana tubuh tua itu akan bersembunyi
Wahai orang-orang
Dimana mata mata kalian
Merasa jijik menghindari
Sedang dia tersenyum kelu
Oh,betapa sakitnya hati ini
Wahai tubuhku
Wahai ruh yang menjelma diriku
Wahai semua yang hidup
Wahai angin yang bertiup
Dia berjalan di rindang pohon yang sejuk
Menghindari terik yang menggosok kulit
Dia bapak tuaku
Dia tangis di mataku
Dia sakit di siangku
Selain sepi di malamku
April 17
Tidak ada komentar:
Posting Komentar