Sabtu, 15 April 2017

PETIR

Di setiap lorong penuh sesak nafas yang bersembunyi,
menekan batin ketika tubuh bercumbu dengan angin,
seperti paru biri ketakutan mendengar petir,
seperti belalak mata kerbau di depan belati kematian.

Di setiap lorong, di sesaki tragedi,
deretan topeng hanya diam di pakuan pintu,
pura tak mendengar kesendirian tangisan hitam di bawahnya,
sekejap cahaya bersuara,
sekejap ketenangan menjadi ketakutan.

Di setiap lorong,
orang orang mendengarkan petir,
petir !!!
petir api menjalar ke ubun ubun,
sebagian orang mati menjelang pagi


2013